Apa Itu Harm Reduction (HR)

Istilah Harm Reduction atau dalam bahasa Indonesia disebut pengurangan dampak buruk sudah sering terdengar dalam program penanggulangan AIDS di Indonesia bahkan di dunia. Harm Reduction merupakan program yang digunakan untuk mencegah penularan HIV pada populasi penguna Napza suntik (penasun). Program ini makin marak dilakukan seiring tingginya prevalensi HIV pada populasi penasun sejak tahun 2000 di Indonesia. Walaupun pada awal program dimulai masih terdapat pertentangan dengan dunia hukum karena pengguna Napza diposisikan sebagai kriminal bukan sebagai korban.

Kontroversi program Harm Reduction sedikit demi sedikit telah mulai berkurang seiring pemahaman yang semakin meluas. Selain itu prevalensi HIV yang terus meningkat membuat pemerintah semakin penduli terkait dengan penularan HIV pada penasun. Walaupun sampai sekarang masih ada beberapa kontroversi yang terjadi terutama mengenai layanan alat suntik steril (LASS). Sebagian orang berpendapat bahwa penggunaa Napza suntik tidak boleh difasilitasi dalam penggunaan Napza dengan memberikan alat suntik. Sebagian lagi berpendapat pemberian alat suntik steril merupakan bagian dari upaya untuk mencegah penularan HIV yang akan membuat dampak buruk lebih besar terjadi.

Pertanyaan yang muncul bagaimana kebijakan program Harm Reduction yang ada di Indonesia? Apakah sudah berpihak pada program penanggulangan AIDS atau justru akan mempersulit? Beberapa pertanyaan ini masih sering muncul dan menjadi perbincangan baik dikalangan penggiat dan pembuat kebijakan.

dikutif dari https://www.kebijakanaidsindonesia.net

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *