Kajian Epidemiologi HIV di Indonesia 2016

Book Cover: Kajian Epidemiologi HIV di Indonesia 2016

Kajian epidemiologi dan dampak program HIV merupakan komponen penting untuk Program AIDS Nasional dalam perencanaan dan intervensi. Analisis epidemiologi dilakukan dari banyak sumber data yang sebagian besar berasal dari surveilans HIV generasi kedua. Kajian 2016 adalah kali pertama bagi Sub Direktorat HIV AIDS dan STD untuk menilai secara sistematis situasi epidemi dan dampak program HIV dengan melibatkan pakar nasional dan internasional dari beberapa universitas, WHO dan UNAIDS. Hasil utama menunjukkan epidemi HIV di Indonesia terkonsentrasi di antara populasi kunci yaitu di antara wanita pekerja seks (WPS), laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki (LSL),waria dan pengguna napza suntik (Penasun). Di Papua dan Papua Barat, epidemi HIV berbeda dimana lebih banyak perempuan yang terinfeksi dan dianggap sebagai epidemi generalisata tingkat rendah. Pendorong utama epidemi HIV diwilayah ini adalah tingginya tingkat prevalensi HIV di antara populasi kunci dan tingkat penggunaan kondom yang rendah <60% serta rendahnya pengetahuan tentang akses HIV terhadap tes HIV di kalangan umum. Surveilans HIV mengalami kemajuan yang baik, terutama dalam penerapan sistem aplikasi berbasis web HIV/AIDS (SIHA) di banyak provinsi, metode pengumpulan data lebih kuat untuk Survei Terpadu Biologis dan Perilaku (STBP), estimasi jumlah populasi kunci (ponci) dan proyeksi HIV/AIDS. Selain itu, penguatan surveilans IMS sangat dibutuhkan juga dalam sistem pelaporan rutin. Hasil ini dapat membantu Indonesia mengoptimalkan upaya penanggulangan HIV, surveilans dan pencegahan HIV nasional yang perlu diperluas di antara populasi kunci dan secara geografis dimana tingkat intensitas dan kemungkinan epidemi HIV yang berbeda muncul atau sudah endemik.

Published:
Genres:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *