Survei Terpadu Biologis dan Perilaku – 2009

Book Cover: Survei Terpadu Biologis dan Perilaku - 2009

Pandemi HIV merupakan masalah dan tantangan serius terhadap kesehatan masyarakat di dunia baik di negara-negara yang sudah maju maupun di negara-negara berkembang. Di Indonesia, sebagian besar infeksi baru diperkirakan terjadi pada beberapa sub-populasi berisiko tinggi (dengan prevalens > 5%), yaitu pada pengguna napza suntik (penasun), wanita penjaja seks (WPS), dan waria. Situasi demikian menunjukkan bahwa pada umumnya Indonesia berada pada tahap epidemi terkonsentrasi. Risiko penularan HIV tidak hanya terbatas pada sub-populasi yang berperilaku risiko tinggi, tetapi juga dapat menular pada pasangan atau istrinya, bahkan anaknya. Hasil estimasi tahun 2009 diperkirakan 5,1– 8,1 juta orang paling berisiko tertular HIV di Indonesia di luar populasi umum Tanah Papua, sednagkan estimasi jumlah ODHA usia 15 – 49 tahun berkisar antara 132 – 287 ribu orang. Estimasi tersebut belum mencakup estimasi jumlah ODHA yang berusia di bawah 15 tahun dan 50 tahun keatas. Dengan makin meluasnya penyebaran HIV di Indonesia, maka upaya pencegahan semakin mengarah kepada perubahan perilaku, yaitu dengan merubah perilaku berisiko menjadi perilaku kurang berisiko. Oleh karena itu, informasi perubahan perilaku yang diperoleh dapat dijadikan dasar dalam perencanaan dan pemantauan keberhasilan program intervensi. Informasi tentang perubahan perilaku dari waktu ke waktu terutama pada kelompok berisiko tinggi dapat diperoleh melalui Survei Surveilans Perilaku.

Published:
Genres:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *