Pelatihan pendukung sebaya program penurunan angka LFU pengobatan ARV pada PWID dengan Hiv positif di kota bandung

Map Unavailable

Date/Time
Date(s) - 14/01/2019 - 16/01/2019
00:00

Location
hotel clove garden

Categories No Categories


Notulensi Pelatihan Pendukung Sebaya

14 – 15 Januari 2019

Clove hotel Bandung

 

 

Hari/ Tanggal                     : Senin/ 14 Januari 2019

Materi                                  : Pembukaan, perkenalan dan tata tertib

Nara Sumber                     : Fasilitator

Pukul                                     : 13.00 – 13.30

Kegiatan diawali dengan perkenalan dari fasilitator dan juga perkenalan dari masing-masing peserta dan mempersilakan untuk semua menuliskan apa yang ingin di dapat dari selama mengikuti kegiatan yang diadakan selama 3 hari ini.

 

Hari/ Tanggal                     : Senin/ 14 Januari 2019

Materi                                  : Sinergitas program EJAF dan kolaborasinya

Pukul                                     : 13.30 – 15.00

Materi di awali dengan kuis dari nara sumber yang harus diikuti olehsemua peserta, dilanjutkan dengan menjelaskan tentang proses penyusunan proposal yang terdiri dari problem statement à analisis à Logframe. Problem statement untuk program ini adalah “Tingginya angka lost to follow up pengobatan ARV pada PWID dengan HIV positif di kota bandung”.

Penyebabnya adalah sebagai berikut  :

Pertama

  1. Rendahnya kesadaran open status pada odha PWID
  2. Rendahnya dukungan keluarga pada PWID
  3. Tingginya stigma keluarga pada PWID

Kedua

  1. Rendahnya kualitan pengobatan ARV
  2. Rendahnya penanganan kasus LFU
  3. Tingginya kasus efek samping ARV
  4. Sistem rujuk balik belum maksimal
  5. Rendahnya pemahaman klien tentang ARV
  6. Rendahnya kualitas komseling adherens

 

Ketiga

  1. Rendahnya kualitas pendampingan pada odha PWID dengan ARV
  2. Rendahnya kualitas pendamping sebaya

Dapat ditarik kesimpulan kuncinya adalah :

  1. Peningkatan kapasitan pendamping sebaya
  2. Peningkatan kapasitas petugas kesehatan
  3. Penurunan stigma di tingkat keluarga PWID

 

Monitoring asumsi          :

  1. Adanya petugas penjangkau yang juga berfokus pada menurunkan LFU
  2. Ketersediaan layanan kesehatan untuk PWID
  3. Ketersediaan reagen dan ARV
  4. Kerjasama yang baik antara CSO dengan fasyankes
  5. Adanya dukungan dari pimpinan untuk menurunkan LFU pada PWID

 

Diskusi

  • Mas joko : kualitas tenaga layanan kesehatan yang dinilai masih kurang dalam menangani kasus LFU.
  • Mulyana : kualitas konseling adherence dan kapasitas konselor adherenche yang kurang mumpuni.

 

Hari/ Tanggal                     : Senin/ 14 Januari 2019

Materi                                  : Management Stress

Nara Sumber                     : Efnie Indriani

Pukul                                     : 15.30 – 17.00

 

Sesi diawali dengan perkenalan dari nara sumber dan juga perkenalan dari peserta karena belum dikenal oleh nara sumber. Selanjutnya ada permainan yang diberi nama self screening, yang bertujuan untuk membuat analogi yang dirasakan pada saat ini.

  1. Macan artinya harga diri
  2. Sapi artinya keluarga
  3. Kambing artinya cinta
  4. Kuda artinya karier
  5. Babi artinya uang

Self screening yang kedua, menentukan apa yang dirasakan selama 2 minggu terakhir, dari self screening yang ini dapat terlihat tingkat stress yang dialami.

Selanjutnya nara sumber menjelaskan tentang coping stress yang artinya cara menanggulangi strees, diantaranya :

  1. Emotion Focus
  2. Problem Focus

Nara sumber pun menayangkan sebuah video yang menampilkan berbagai macam penyakit yang timbul akibat dari stress. Kapasitas manusia pun terdiri dari 3 hal, yaitu mind (pikiran), heart (hati) dan body (tubuh) apabila ketiga unsur ini dapat disatukan maka akan menghasilkan sebuah spirit  yang positif.

Selanjutnya menjelaskan tentang langkah-langkah untuk merawat mind, body, heart and soul, adalah :

  • Good nutrition – no junk food (perbanyak buah dan sayur sehingga menghasilkan enzim telomerase
  • Rawatlah hati dan perasaanmu (melalui pernapasan otak)

pernafasan otak pun di jelaskan oleh nara sumber dengan melakukan fore play yang diikuti oleh semua peserta.

 

 

Hari/ Tanggal                     : Selasa/ 15 Januari 2019

Materi                                  : Review hari pertama

Nara Sumber                     : Fasilitator

Pukul                                     : 09.00 – 09.30

 

Dimulai dengan pembukaan oleh fasilitator oke  di hari kedua pelatihan dengan berdoa di lanjut dengan semua peserta dibagikan kertas metaplan dan diharuskan menulis nama dan review pada hari kemarin dmn membahas lfu pada odha Rendahnya kualitas pendampingan pada odha PWID dengan ARV, rendahnya kualitas pendamping sebaya dan management stres oleh narasumber efni indriani Selanjutnya nara sumber menjelaskan tentang coping stress yang artinya cara menanggulangi strees, diantaranya : Emotion Focus  dan Problem Focus dilanjut dengan Refleksi meditasi pernafasan otak sedikit diskusi tentang sesi berikut

Proposal : Problem stetment Analisa log frame dan dilam proposal ada beberapa tahapan pembuatan prposal input,proses output outcome impact monev dan akan mencoba di aplikasi kan setelah pelatihan ini dan membuat kelompok kecil melakukan simulasi membuat proposal di bagi menjadi 3 kelompok

 

 

Hari/ Tanggal                     : Selasa/ 15 Januari 2019

Materi                                  : Kebijakan Layanan Kesehatan tentang program harm reduction

Nara Sumber                     : Kepala dinas kota bandung Dr rita verita kepala dinas kesehatan.

Pukul                                     : 09.30 – 11.00

 

Dilanjut Pembukaan Oleh Dr rita Kepala dinkes kota bandung Pelatihan pendukung sebaya  dalam program penurunan kasus lost to follow up arv odha pwid dimana perab\n kebijakan layanan kesehatan tentang harm reduction sangat penting bagi PS dan odha Penurunan angka kasus lfu dan kematian menurun.

Kasus Hiv – Aids kota bandung 2.483 977 jiwa estimasi kemenkes tahun 2016 sebanyak 9486 total 4620 HIV= 2638 Aids = 1982 rata-rata pertahun 300-400 jiwa dimana ada gap 4866 belum di temukan berisiko terhadap kasus hiv faktor faktor pendukung keberhasilan kasus:

– Dukungan Hukum dan kebijakan

– Anggaran

– Peran seluruh SKPD

Untuk Penguna Napza suntik Terhadap layanan konseling dan Test Hiv di tahun 2018 662 jiwa faktor yg mendukung pp peangulangn Hiv pada pengguna Napza

-perubahan prilaku

Presentase Kumulatif Kasus Hiv berdasarkan kelompok resiko ada penurunan angka untuk kelmpok resiki penguna jarum suntik 38.32 dibandingan heteroseksual

Gangunan pengunan Narkotika masalah bio-psko-sosial-kultural

Dasar kebjiakan uu no 36 tahun 2009 tentang kesehatan uu no 35 th 2009 tentang narkotika

Program p2HIV Aids dan penasun Harm reduction oral subsitusi LJSS sterilisasi Jarum Kie penjangkauan

Harm reduction program layanan kesehatan tujuan untuk melindungi para pencandu napza suntik dari bahaya penularan hiv rauang lingkup ljss terapi subsitusi konseling hiv pencegahan promosi kondom komunikasi terapi antiretroviral vaksinasi dengan strategi pelaksanaan pengurangan dampak buruk pada penasun

Bagaimana proram Hep c bisa dijalan kan dengan peran dinas kesehatan kota bandung

Kurang nya kordinasi Kemenkes dengan dinas kesehatan kota bandung sehingga angka kasus hep c belum dapat di terima oleh dinkes kota bandung apalgi dengan rotasi pergantian pekerja layanan kesehetan di rotasi pemegang program Harus di adakan kordinasi antar dinkes kesehatan kota provinsi dan rshs tersebut supaya kolaborasi akan bisa dilakukan untuk ketidak pastian program pengobatan hep c Terbentur akan kebiajakan d pusat.

Penyelengara ada nya d pkm 16 Pkm  diantaranya PKm Garuda,Pasir kaliki, Uber,puter,

Hari/ Tanggal                     : Selasa/ 15 Januari 2019

Materi                                  : Paralegal

Nara Sumber                     : LBH kota bandung (Harold Aron)

Jam                                    : 11.00-13.00

Paralegal dan akses Keadilan

Pararegal

-Menurut yudhi  memberikan layanan menjembatani layanan tentang hukum

-Menurut dehan seperti Paramedis sekelompok orang yang mengerti hukum untuk melakukan kegiatan layanan hukum

-Menurut harlod parlegal adalah insial atau penamaan sesorang yg mendaoat kan pelatihan khusus agar memiliki kemampuan serta pengetahuan dasar dalam beberapa tindakan hukum yg di hadapi masyarakat ,untuk membangun pemahaman dan kesadaran inisiasi komunitas Masyarakat untuk memperjuangakan dan menyelesaikan masalah yg dihadapi secara kolektif mampu memfasilitasi dan memediasi serta mengantisipasi problem kecil sebagai bentuk langkah awal dalam openangan masalah di tingkat komunitas /local,paralegal tidak harus berlatar belakang pendidikan tinggi hukum dalam menjalankan peran dan fungsi nya.berada super visi panesehat hukum.Pararegal dikenal di indonesia th 1975 keliharan pararegal di inisiasi oleh oms (organisasi masyarakat sipil) Harus sejalan dengan yg diperjuangakan Untuk kepentingan komunitas / local .

Perbedaan paralegal dengan panesehat hukum orang yg berprofesi memberi jasa hukum baik di dalam mau pun di dalam pengadilan yg memenuhi persyaratan berdasarkan ketentuan uu Sarajan hukum

Fungsi Paralegal

– Memfasilitasi pembentukan organisasi rakyat

– Mendidik dan melakukan penyadaran

– Mendorong masyarat mengajukan tuntutan

– Dokumentasi

– Mengkonsep surat surat

– Membantu pengacara

Nilai da Prinsip

– Independent

– Kekerasan non diskriminasi

– Keadilan

– Kesetaraan

– Transparansi

– Akuntabilitas (dapat dipertanggung jawabkan)

 

Tanya jawab

Prosedur Hak kewajiban klien tersangka pada ssat penangakapan.harus diketahui oleh tersangka dengan ada nya kasus tentang lose to follow up arv pada saat pengkapan tersangka ada hak hak yg bisa d perjuangakan untuk tersangka. Tindak lanjutan ada nya pertemuan langsung kordinasi berkolaborasi dengan lbh Bandung  Advoksi yg lebih strategis dimana kita bisa merubah kebiasan kebiasan yg sering d hadapi oleh sebuah kasus.Mekanisme pendampingan untuk klien sebuah kasus lbh dikota bandung Jalan suci bekamin,jalan tikukur,dan bojong koneng untuk share berbagi. No tlp Kang Harlod 081223531782 harlodaron13@gmail.com

 

Hari/ Tanggal                     : Selasa/ 15 Januari 2019

Materi                                  : Peran Dukungan keluarga

Nara Sumber                     : FSG Pakta  Tante lin

Jam                                    : 13.30-14.00

Di sesi ini kita sharing Tentang peranan dukungan keluarga terhadap kasus lost to follow up arv menggali Bagaimana kebutuhan klien pwid karna seorang klien pecandu sudah terdampak fisik sikologi spritual sosial,dimana bila aspek tersebut sudah terpenuhi untuk ps mau pun dampingan sehingga sejahtera pemberdayaan ke pada keluarga dan dampingan.kasus pada pwid unutuk sesuatu pengobatan akan lebih rumit karna harus kita benahi 2hal yg harus d berikan yang pertama adiksi pada pemakaian nya atau pengobatan  arv art nya.Sebelim orang tua atau keluarga harus dikuat kan pada keluarga nya karna untuk dapat menerima anak (dampingan) sebagai odha dan pecandu sama berat nya dengan dampingan,sehingga keluarga pun harus d gali kebutuhan nya karna tidak menutup kemungkinan keluarga sama membetuhan informasi yg bisa menerima hal hal kebutuhan dampingan.

Bagaimana peran kel terhadap dampingan yang masih aktif dalam pemakain nya terus terusan mensuport mengingat kan untuk supaya terapi tapi kemabali lg pada seseorang pwid  nya sendiri

Bagaimana cara penyampain kepada anak akan status hiv nya.harus menjadi kan merasa aman kepada kita

Edukasi dini kepada anak tentang arv dan kepatuhan minum obat dan pengenalan apa itu HIV.

Sikap jujur kepada anak tentang status, hal yang bisa nerima tentang maasalah yang di hadapi di masalalu mungkin lebih baik.

Peran keluarga untuk mengatasi LFU.

Kapasitas informasi  4 tentang aspek biologis, pysco, social, dan religi bagi keluarga. Karna ketika keluarga mengetahui  tentang 4 aspek tersebut maka keluarga akan bisa mengtasi nya.

Membentuk FSG ( family support Group ) untuk keluarga.

Tahap pertama untuk mengajak keluarga mulai mendukung ODHA

  1. Membuat support goup untuk keluarga
  2. Membentuk kader
  3. Harus ada yang memfasilitasi dalam segi transport
  4. Tempat dan waktu

 

Hari/ Tanggal                     : Selasa/ 15 Januari 2019

Materi                                  : Gangguan Penggunaan zat dan Komorbiditas

Nara Sumber                     : Ikbal Rakhman

Jam                                    : 15.30-17.00

Sesi selanjut nya tentang Intervensi krisis : GPZ ganguan pengguan Zat oleh narasumber Ikbal Rahman selama donor masih ada pendampingan akan berjalan tapi setelah donor tidak ada apakah pendampingan masih bisa jalan ? jangan membuat suatu keputusan dalam keadaan marah, Yang kita butuh kan adalah dimana seseorang untuk datang ke layanan dengan metode PABM dimana kita membangun motivasi yg dilibat kan banyak aspek lingkungan keluarga komunitas,

Apa yang bukan sebuah krisis sebuah masalah yang dapat di pecahkan oleh seorang atau sebuah keluarga bukan merupakan sebuah krisis,meskipun itu adalah sebuah permasalah,

Krisis itu sebuah keadaan disorganisasi dan kebinggungan dimana klien menghadapi frustasi dan ganguan mendalam di dlm hidupnya.sebuah keadaan emosional dalam merespon ganguan di dalam kehidupan klien namun bukan pada ganguan itu sendiri.

Krisis adalah sebuah bahaya merupakan sebuah ancaman yang dapat menguasai klien untuk klien didalam pemulihan dan dapat menyebabkan klien menjadi releps.

Krisis merupakan sebuah kesempatan seorang klien dapat menjadi lebih terbuka menerima kepada intervensi terpeutik hal ini dapat menanmkan benih untuk perubahan yang positif bdan pertumbuhan pribadi.

Apa itu Manajemen krisis

-Tawarkan mereka yg dalam krisis bantuan segera untuk menyelesaikan masalah yang mereka hadapi

-Membangun nkembali keseimbangan atau stabilitas dalam kehidupan klien

-Yaitu segera ,jangka pendek dan waktu yang terbatas

Menilai dukangan yang tersedia,odentifikasi dan menilai bantuan yang tersedia dari keluarga teman teman atau dukungan lain nya ,keterlibatan keluarga jika penting mungkin berikan dan buat rujukan untuk terapi keluarga atau layanan

Menilai resiko  pada klien rujuk dampngan ke layanan ,Tatap muka atur wawamcara susunan tujuan jangka pendek bantu klien menyusun rencana,normalisasi persaan ,memahami konteks memahami apa arti dari situasi untuk klien memancing informasi klien tentang budaya pribadi budaya dan sosial yg mungkin mempengaruhi bagaimana klien memandang situasi, Mengeksplorasi Starategi Koping ,Fokus pada sini dan saat ini jangan berusaha untuk menyelesaikan masalah kesejahteraan pada Ps ,Evaluasi gejala gejal fisik evaluasi kecemasan fisik dan gejala panik,berbicara dengan perlahan dan tenang.lindugi diri anda dan jangan mengambil resiko,ikuti pedoman program jangan merusak aturan aturan,Gunakan pendekatan tim jangan pernah bertindak sendiri,tetap tenang sudah dikumpulkan dan bertanggung jawab,jangan berkonfrontasi jangan menyalahkan dan memeperkuat klien berada di pihak klien.Waspada untuk kambuh ,Menindak lanjuti kembangkan rencana tindak lanjut untuk klien,bersiaplah pastikan anda mengetahui tentang dan siap untuk mobilisasi sumber sumber yang tepat.berikan orang lain  memimpin ke orang yg lebih kompeten.Resiko bunuh diri dan Gpz klien GPZ adalah di area yang berresiko tinggi untuk berprilaku mengarah bunuh diri untuk berbagai alasan. Di ambil UTC colombo plan DSM-V

Latihan kelompok :

-Tentukan siapa penulis yang menjadi penulis reporter

-Diskusikan bagaimana krisis dapat menjadi sebuah

 

 

Hari/ Tanggal                     : Selasa/ 15 Januari 2019

Materi                                  : Sms Blast

Nara Sumber                     : Indra Budiman

Jam                                    : 19.00 – 20.30

Sesi ini lebih tentang diskusi mengenai konten-konten apa saja yang akan di sam paikan dalam  isi sms  Blast. Sms Blast ini akan dikirim kepada no handphone klien ataupun keluarga klien yang mana dalam 1 bulan sebanyak 4 kali sms akan dikirim. Setelah peserta dibagikan kertas  metaplan, nara sumber pun meminta para peserta untuk menuliskan kira-kira seperti apa konten yang akan dikirimkan. Selain itu nara sumber pun sedikit menjelaskan tentang program EJAF yang ada di kpa pada peserta dengan harapan dapat terjalin suatu kerja sama atau kolaborasi antara petugas penjangkau dengan masing- masing LSM atau jaringan yang sama-sama melakukan pendampingan dan penjangkauan pada penasun. Bentuk kerja sama bisa dalam bentuk MOU atau pun tertulis dan juga daei masing-masing LSM atau jaringan dapat memberikan nomor handphone penasun itu sendiri ataupun keluarga yang akan dikirimkan sms blast.

Berikut contoh konten sms blast.

  1. Hai guys, tahukah kamu PWID rentan terinfeksi HIV-AIDS. Apa lamu berani tes HIV? Cari tau tentang VCT dengan klik Kpakotabandung.or.id
  2. Bermasalah dengan kecanduan? Klik link Kpakotabandung.or.id , banyak informasi lho tentang HIV dan narkoba
  3. Data pengguna narkoba suntik tinggi dikota bandung apakah anda salah satu nya? Yuk cek link disini Kpakotabandung.or.id
  4. Keluarga anda memiliki maslah adiksi? Butuh layanan curhat adiksi? Cek this out
  5. Apakah teman teman sudah tau tempat rehabilitasi dikota bandung? Dengan klik Kpakotabandung.or.id kalian langsung dapat infonya…. selamat membaca
  6. Seberapa perlukah kelompok dukungan bagi anda yuk klik Kpakotabandung.or.id
  7. Ingin tau tentang narkoba ? serta bahanya ? yuk, ketahui lebih lanjut dengan klik Kpakotabandung.or.id
  8. Informasi yang harus diketahui HIV human imuno virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh skarang bisa di kendalikan lho… mau tau informasi lebih lanjut hubungi atau kunjungi di link Kpakotabandung.or.id
  9. Taukah kamu tentang layanan harm redaction? Yukk , cari tau tentang pengurangan dampak buruk NAPZA di Kpakotabandung.or.id
  10. Butuh layanan konseling terkait adiksi mu tanpa stigma dan diskriminasi dan solusi terbaik sesuai kebutuhanmu? Yukk, ketik di link Kpakotabandung.or.id
  11. Pemakaian jarum suntik secara bergantian dapat menularkan virus virus seperti HIV dan hepatitis C. Yuk, cari tentang virus tersebut di Kpakotabandung.or.id
  12. Bagaimana perasaan bapak atau ibu kalau salah satu angota keluarga nya terkena HIV-AIDS dan juga narkoba ? dengan sms ini agar bapa ibu tau apakah itu HIV-AIDS dan bagaimana ciri ciri orang yang terkena narkoba silahkan hubungi kpakotabandung.or.id atau bisa tlp dengan nomer 081398896022 Riki babot
  13. Tahukah anda HIV + sudah ada obat nya yaitu ARV (anti retro viral ) manfaat dari ARV dapat menekan virus yang ada dalam tubuh. Jadi, ga perlu taku orang dengan HIV + bisa hidup sehat dan beraktifitas seperti hal nya orang yang tidak hidup dengan HIV + – untuk info lebih lanjut di klik di Kpakotabandung.or.id
  14. Kalian tau gak bahaya narkoba itu seoerti apa? Pengen tau yukk klik di Kpakotabandung.or.id
  15. Bermasalah dengan kecanduan? Klik link Kpakotabandung.or.id banyak informasi lhoo HIV dan narkoba
  16. Apa sih pengalihan NAPZA ilegal yuk klik Kpakotabandung.or.id
  17. Mau tau tentang informasi HIV, dan dimana tempat test HIV kuyy, cari tau informasi HIV klik di Kpakotabandung.or.id
  18. Kenapa minum ARV harus patuh!! Karena ketidak patuhan minum ARV apalagi sampai stop minum obat menyebabkan terjadinya resistansi virus jadi lebih kebal obat yang kita minum yik, ketahui lebih lanjut tentang kepatuhan ninum obat di kpakotabandung.or.id

 

 

 

 

 

 

 

Hari/ Tanggal                     : Rabu/ 16 Januari 2019

Materi                                  : Rencana Tindak Lanjut

Nara Sumber                     : Fasilitator

Jam                                    : 09.00 – 10.00

 

Pada sesi membuat rencana tindak lanjut, fasilitator mempersilakan pada semua peserta untuk membuat sebuah rtl yang mana nantinya akan terciptanya kolaborasi antara LSM, jaringan yang menjalankan program harm reduction dengan program ejaf yang bertujuan untuk menurunkan kasus LFTU pada penasun yang hiv positif.

Rencana tidak lanjut yang disepakati diantaranya adalah :

  • Adanya suatu dokumen tertulis atau MOU antara LSM atau jaringan dengan program ejaf yang dateline nya adalah di akhir Januari.
  • Diadakannya pertemuan koordinasi antara LSM, KPA, layanan kesehatan dan dinas kesehatan dengan tujuan menurunkan kasus LFU pada penasun yang HIV positif
  • Adanya suatu dokumen tertulis atau MOU dengan fasyankes dengan tujuan pihak layanan dapat memberikan data dan dapat di follow up oleh para pekerja lapangan dan petugas pendamping, dateline nya adalah di akhir bulan februari
  • Dibentuk atau dihidupkan lagi sebuah support grup di kota Bandung

 

Hari/ Tanggal                     : Rabu/ 16 Januari 2019

Materi                                  : Team Building

Nara Sumber                     : Budi Edvan

Jam                                    : 10.00 – 11.30

 

Pada sesi ini lebih menekankan pada kerjasama yg baik dalam satu team untuk berkomunikasi  dan berkolaborasi dalam mengerjakan suatu kegiatan sehingga menghasilkan hasil yang jauh lebih baik, pada  sesi ini pun mengajarkan setiap orang agar dapat fokus dalam mengerjakan tugas ataupun intruksi yang diberikan pada mereka, selain dibagi kedalam beberapa kelompok peserta pun diajak untuk bergembira dengan cara diajak berjoget  dengan tujuan menghilangkan penat setelah selama 2 hari kemarin mengikuti kegiatan atau sesi yang cukup padat.

Pada sesi ini para peserta terlihat lebih fresh dan diharapkan kedepannya dapat terjalin kerja sama yang lebih baik diantara mereka. Kegiatan pun diakhiri dengan foto bersama.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Notulensi Pelatihan Pendukung Sebaya

14 – 15 Januari 2019

Clove hotel Bandung

 

 

Hari/ Tanggal                     : Senin/ 14 Januari 2019

Materi                                  : Pembukaan, perkenalan dan tata tertib

Nara Sumber                     : Fasilitator

Pukul                                     : 13.00 – 13.30

Kegiatan diawali dengan perkenalan dari fasilitator dan juga perkenalan dari masing-masing peserta dan mempersilakan untuk semua menuliskan apa yang ingin di dapat dari selama mengikuti kegiatan yang diadakan selama 3 hari ini.

 

Hari/ Tanggal                     : Senin/ 14 Januari 2019

Materi                                  : Sinergitas program EJAF dan kolaborasinya

Pukul                                     : 13.30 – 15.00

Materi di awali dengan kuis dari nara sumber yang harus diikuti olehsemua peserta, dilanjutkan dengan menjelaskan tentang proses penyusunan proposal yang terdiri dari problem statement à analisis à Logframe. Problem statement untuk program ini adalah “Tingginya angka lost to follow up pengobatan ARV pada PWID dengan HIV positif di kota bandung”.

Penyebabnya adalah sebagai berikut  :

Pertama

  1. Rendahnya kesadaran open status pada odha PWID
  2. Rendahnya dukungan keluarga pada PWID
  3. Tingginya stigma keluarga pada PWID

Kedua

  1. Rendahnya kualitan pengobatan ARV
  2. Rendahnya penanganan kasus LFU
  3. Tingginya kasus efek samping ARV
  4. Sistem rujuk balik belum maksimal
  5. Rendahnya pemahaman klien tentang ARV
  6. Rendahnya kualitas komseling adherens

 

Ketiga

  1. Rendahnya kualitas pendampingan pada odha PWID dengan ARV
  2. Rendahnya kualitas pendamping sebaya

Dapat ditarik kesimpulan kuncinya adalah :

  1. Peningkatan kapasitan pendamping sebaya
  2. Peningkatan kapasitas petugas kesehatan
  3. Penurunan stigma di tingkat keluarga PWID

 

Monitoring asumsi          :

  1. Adanya petugas penjangkau yang juga berfokus pada menurunkan LFU
  2. Ketersediaan layanan kesehatan untuk PWID
  3. Ketersediaan reagen dan ARV
  4. Kerjasama yang baik antara CSO dengan fasyankes
  5. Adanya dukungan dari pimpinan untuk menurunkan LFU pada PWID

 

Diskusi

  • Mas joko : kualitas tenaga layanan kesehatan yang dinilai masih kurang dalam menangani kasus LFU.
  • Mulyana : kualitas konseling adherence dan kapasitas konselor adherenche yang kurang mumpuni.

 

Hari/ Tanggal                     : Senin/ 14 Januari 2019

Materi                                  : Management Stress

Nara Sumber                     : Efnie Indriani

Pukul                                     : 15.30 – 17.00

 

Sesi diawali dengan perkenalan dari nara sumber dan juga perkenalan dari peserta karena belum dikenal oleh nara sumber. Selanjutnya ada permainan yang diberi nama self screening, yang bertujuan untuk membuat analogi yang dirasakan pada saat ini.

  1. Macan artinya harga diri
  2. Sapi artinya keluarga
  3. Kambing artinya cinta
  4. Kuda artinya karier
  5. Babi artinya uang

Self screening yang kedua, menentukan apa yang dirasakan selama 2 minggu terakhir, dari self screening yang ini dapat terlihat tingkat stress yang dialami.

Selanjutnya nara sumber menjelaskan tentang coping stress yang artinya cara menanggulangi strees, diantaranya :

  1. Emotion Focus
  2. Problem Focus

Nara sumber pun menayangkan sebuah video yang menampilkan berbagai macam penyakit yang timbul akibat dari stress. Kapasitas manusia pun terdiri dari 3 hal, yaitu mind (pikiran), heart (hati) dan body (tubuh) apabila ketiga unsur ini dapat disatukan maka akan menghasilkan sebuah spirit  yang positif.

Selanjutnya menjelaskan tentang langkah-langkah untuk merawat mind, body, heart and soul, adalah :

  • Good nutrition – no junk food (perbanyak buah dan sayur sehingga menghasilkan enzim telomerase
  • Rawatlah hati dan perasaanmu (melalui pernapasan otak)

pernafasan otak pun di jelaskan oleh nara sumber dengan melakukan fore play yang diikuti oleh semua peserta.

 

 

Hari/ Tanggal                     : Selasa/ 15 Januari 2019

Materi                                  : Review hari pertama

Nara Sumber                     : Fasilitator

Pukul                                     : 09.00 – 09.30

 

Dimulai dengan pembukaan oleh fasilitator oke  di hari kedua pelatihan dengan berdoa di lanjut dengan semua peserta dibagikan kertas metaplan dan diharuskan menulis nama dan review pada hari kemarin dmn membahas lfu pada odha Rendahnya kualitas pendampingan pada odha PWID dengan ARV, rendahnya kualitas pendamping sebaya dan management stres oleh narasumber efni indriani Selanjutnya nara sumber menjelaskan tentang coping stress yang artinya cara menanggulangi strees, diantaranya : Emotion Focus  dan Problem Focus dilanjut dengan Refleksi meditasi pernafasan otak sedikit diskusi tentang sesi berikut

Proposal : Problem stetment Analisa log frame dan dilam proposal ada beberapa tahapan pembuatan prposal input,proses output outcome impact monev dan akan mencoba di aplikasi kan setelah pelatihan ini dan membuat kelompok kecil melakukan simulasi membuat proposal di bagi menjadi 3 kelompok

 

 

Hari/ Tanggal                     : Selasa/ 15 Januari 2019

Materi                                  : Kebijakan Layanan Kesehatan tentang program harm reduction

Nara Sumber                     : Kepala dinas kota bandung Dr rita verita kepala dinas kesehatan.

Pukul                                     : 09.30 – 11.00

 

Dilanjut Pembukaan Oleh Dr rita Kepala dinkes kota bandung Pelatihan pendukung sebaya  dalam program penurunan kasus lost to follow up arv odha pwid dimana perab\n kebijakan layanan kesehatan tentang harm reduction sangat penting bagi PS dan odha Penurunan angka kasus lfu dan kematian menurun.

Kasus Hiv – Aids kota bandung 2.483 977 jiwa estimasi kemenkes tahun 2016 sebanyak 9486 total 4620 HIV= 2638 Aids = 1982 rata-rata pertahun 300-400 jiwa dimana ada gap 4866 belum di temukan berisiko terhadap kasus hiv faktor faktor pendukung keberhasilan kasus:

– Dukungan Hukum dan kebijakan

– Anggaran

– Peran seluruh SKPD

Untuk Penguna Napza suntik Terhadap layanan konseling dan Test Hiv di tahun 2018 662 jiwa faktor yg mendukung pp peangulangn Hiv pada pengguna Napza

-perubahan prilaku

Presentase Kumulatif Kasus Hiv berdasarkan kelompok resiko ada penurunan angka untuk kelmpok resiki penguna jarum suntik 38.32 dibandingan heteroseksual

Gangunan pengunan Narkotika masalah bio-psko-sosial-kultural

Dasar kebjiakan uu no 36 tahun 2009 tentang kesehatan uu no 35 th 2009 tentang narkotika

Program p2HIV Aids dan penasun Harm reduction oral subsitusi LJSS sterilisasi Jarum Kie penjangkauan

Harm reduction program layanan kesehatan tujuan untuk melindungi para pencandu napza suntik dari bahaya penularan hiv rauang lingkup ljss terapi subsitusi konseling hiv pencegahan promosi kondom komunikasi terapi antiretroviral vaksinasi dengan strategi pelaksanaan pengurangan dampak buruk pada penasun

Bagaimana proram Hep c bisa dijalan kan dengan peran dinas kesehatan kota bandung

Kurang nya kordinasi Kemenkes dengan dinas kesehatan kota bandung sehingga angka kasus hep c belum dapat di terima oleh dinkes kota bandung apalgi dengan rotasi pergantian pekerja layanan kesehetan di rotasi pemegang program Harus di adakan kordinasi antar dinkes kesehatan kota provinsi dan rshs tersebut supaya kolaborasi akan bisa dilakukan untuk ketidak pastian program pengobatan hep c Terbentur akan kebiajakan d pusat.

Penyelengara ada nya d pkm 16 Pkm  diantaranya PKm Garuda,Pasir kaliki, Uber,puter,

Hari/ Tanggal                     : Selasa/ 15 Januari 2019

Materi                                  : Paralegal

Nara Sumber                     : LBH kota bandung (Harold Aron)

Jam                                    : 11.00-13.00

Paralegal dan akses Keadilan

Pararegal

-Menurut yudhi  memberikan layanan menjembatani layanan tentang hukum

-Menurut dehan seperti Paramedis sekelompok orang yang mengerti hukum untuk melakukan kegiatan layanan hukum

-Menurut harlod parlegal adalah insial atau penamaan sesorang yg mendaoat kan pelatihan khusus agar memiliki kemampuan serta pengetahuan dasar dalam beberapa tindakan hukum yg di hadapi masyarakat ,untuk membangun pemahaman dan kesadaran inisiasi komunitas Masyarakat untuk memperjuangakan dan menyelesaikan masalah yg dihadapi secara kolektif mampu memfasilitasi dan memediasi serta mengantisipasi problem kecil sebagai bentuk langkah awal dalam openangan masalah di tingkat komunitas /local,paralegal tidak harus berlatar belakang pendidikan tinggi hukum dalam menjalankan peran dan fungsi nya.berada super visi panesehat hukum.Pararegal dikenal di indonesia th 1975 keliharan pararegal di inisiasi oleh oms (organisasi masyarakat sipil) Harus sejalan dengan yg diperjuangakan Untuk kepentingan komunitas / local .

Perbedaan paralegal dengan panesehat hukum orang yg berprofesi memberi jasa hukum baik di dalam mau pun di dalam pengadilan yg memenuhi persyaratan berdasarkan ketentuan uu Sarajan hukum

Fungsi Paralegal

– Memfasilitasi pembentukan organisasi rakyat

– Mendidik dan melakukan penyadaran

– Mendorong masyarat mengajukan tuntutan

– Dokumentasi

– Mengkonsep surat surat

– Membantu pengacara

Nilai da Prinsip

– Independent

– Kekerasan non diskriminasi

– Keadilan

– Kesetaraan

– Transparansi

– Akuntabilitas (dapat dipertanggung jawabkan)

 

Tanya jawab

Prosedur Hak kewajiban klien tersangka pada ssat penangakapan.harus diketahui oleh tersangka dengan ada nya kasus tentang lose to follow up arv pada saat pengkapan tersangka ada hak hak yg bisa d perjuangakan untuk tersangka. Tindak lanjutan ada nya pertemuan langsung kordinasi berkolaborasi dengan lbh Bandung  Advoksi yg lebih strategis dimana kita bisa merubah kebiasan kebiasan yg sering d hadapi oleh sebuah kasus.Mekanisme pendampingan untuk klien sebuah kasus lbh dikota bandung Jalan suci bekamin,jalan tikukur,dan bojong koneng untuk share berbagi. No tlp Kang Harlod 081223531782 harlodaron13@gmail.com

 

Hari/ Tanggal                     : Selasa/ 15 Januari 2019

Materi                                  : Peran Dukungan keluarga

Nara Sumber                     : FSG Pakta  Tante lin

Jam                                    : 13.30-14.00

Di sesi ini kita sharing Tentang peranan dukungan keluarga terhadap kasus lost to follow up arv menggali Bagaimana kebutuhan klien pwid karna seorang klien pecandu sudah terdampak fisik sikologi spritual sosial,dimana bila aspek tersebut sudah terpenuhi untuk ps mau pun dampingan sehingga sejahtera pemberdayaan ke pada keluarga dan dampingan.kasus pada pwid unutuk sesuatu pengobatan akan lebih rumit karna harus kita benahi 2hal yg harus d berikan yang pertama adiksi pada pemakaian nya atau pengobatan  arv art nya.Sebelim orang tua atau keluarga harus dikuat kan pada keluarga nya karna untuk dapat menerima anak (dampingan) sebagai odha dan pecandu sama berat nya dengan dampingan,sehingga keluarga pun harus d gali kebutuhan nya karna tidak menutup kemungkinan keluarga sama membetuhan informasi yg bisa menerima hal hal kebutuhan dampingan.

Bagaimana peran kel terhadap dampingan yang masih aktif dalam pemakain nya terus terusan mensuport mengingat kan untuk supaya terapi tapi kemabali lg pada seseorang pwid  nya sendiri

Bagaimana cara penyampain kepada anak akan status hiv nya.harus menjadi kan merasa aman kepada kita

Edukasi dini kepada anak tentang arv dan kepatuhan minum obat dan pengenalan apa itu HIV.

Sikap jujur kepada anak tentang status, hal yang bisa nerima tentang maasalah yang di hadapi di masalalu mungkin lebih baik.

Peran keluarga untuk mengatasi LFU.

Kapasitas informasi  4 tentang aspek biologis, pysco, social, dan religi bagi keluarga. Karna ketika keluarga mengetahui  tentang 4 aspek tersebut maka keluarga akan bisa mengtasi nya.

Membentuk FSG ( family support Group ) untuk keluarga.

Tahap pertama untuk mengajak keluarga mulai mendukung ODHA

  1. Membuat support goup untuk keluarga
  2. Membentuk kader
  3. Harus ada yang memfasilitasi dalam segi transport
  4. Tempat dan waktu

 

Hari/ Tanggal                     : Selasa/ 15 Januari 2019

Materi                                  : Gangguan Penggunaan zat dan Komorbiditas

Nara Sumber                     : Ikbal Rakhman

Jam                                    : 15.30-17.00

Sesi selanjut nya tentang Intervensi krisis : GPZ ganguan pengguan Zat oleh narasumber Ikbal Rahman selama donor masih ada pendampingan akan berjalan tapi setelah donor tidak ada apakah pendampingan masih bisa jalan ? jangan membuat suatu keputusan dalam keadaan marah, Yang kita butuh kan adalah dimana seseorang untuk datang ke layanan dengan metode PABM dimana kita membangun motivasi yg dilibat kan banyak aspek lingkungan keluarga komunitas,

Apa yang bukan sebuah krisis sebuah masalah yang dapat di pecahkan oleh seorang atau sebuah keluarga bukan merupakan sebuah krisis,meskipun itu adalah sebuah permasalah,

Krisis itu sebuah keadaan disorganisasi dan kebinggungan dimana klien menghadapi frustasi dan ganguan mendalam di dlm hidupnya.sebuah keadaan emosional dalam merespon ganguan di dalam kehidupan klien namun bukan pada ganguan itu sendiri.

Krisis adalah sebuah bahaya merupakan sebuah ancaman yang dapat menguasai klien untuk klien didalam pemulihan dan dapat menyebabkan klien menjadi releps.

Krisis merupakan sebuah kesempatan seorang klien dapat menjadi lebih terbuka menerima kepada intervensi terpeutik hal ini dapat menanmkan benih untuk perubahan yang positif bdan pertumbuhan pribadi.

Apa itu Manajemen krisis

-Tawarkan mereka yg dalam krisis bantuan segera untuk menyelesaikan masalah yang mereka hadapi

-Membangun nkembali keseimbangan atau stabilitas dalam kehidupan klien

-Yaitu segera ,jangka pendek dan waktu yang terbatas

Menilai dukangan yang tersedia,odentifikasi dan menilai bantuan yang tersedia dari keluarga teman teman atau dukungan lain nya ,keterlibatan keluarga jika penting mungkin berikan dan buat rujukan untuk terapi keluarga atau layanan

Menilai resiko  pada klien rujuk dampngan ke layanan ,Tatap muka atur wawamcara susunan tujuan jangka pendek bantu klien menyusun rencana,normalisasi persaan ,memahami konteks memahami apa arti dari situasi untuk klien memancing informasi klien tentang budaya pribadi budaya dan sosial yg mungkin mempengaruhi bagaimana klien memandang situasi, Mengeksplorasi Starategi Koping ,Fokus pada sini dan saat ini jangan berusaha untuk menyelesaikan masalah kesejahteraan pada Ps ,Evaluasi gejala gejal fisik evaluasi kecemasan fisik dan gejala panik,berbicara dengan perlahan dan tenang.lindugi diri anda dan jangan mengambil resiko,ikuti pedoman program jangan merusak aturan aturan,Gunakan pendekatan tim jangan pernah bertindak sendiri,tetap tenang sudah dikumpulkan dan bertanggung jawab,jangan berkonfrontasi jangan menyalahkan dan memeperkuat klien berada di pihak klien.Waspada untuk kambuh ,Menindak lanjuti kembangkan rencana tindak lanjut untuk klien,bersiaplah pastikan anda mengetahui tentang dan siap untuk mobilisasi sumber sumber yang tepat.berikan orang lain  memimpin ke orang yg lebih kompeten.Resiko bunuh diri dan Gpz klien GPZ adalah di area yang berresiko tinggi untuk berprilaku mengarah bunuh diri untuk berbagai alasan. Di ambil UTC colombo plan DSM-V

Latihan kelompok :

-Tentukan siapa penulis yang menjadi penulis reporter

-Diskusikan bagaimana krisis dapat menjadi sebuah

 

 

Hari/ Tanggal                     : Selasa/ 15 Januari 2019

Materi                                  : Sms Blast

Nara Sumber                     : Indra Budiman

Jam                                    : 19.00 – 20.30

Sesi ini lebih tentang diskusi mengenai konten-konten apa saja yang akan di sam paikan dalam  isi sms  Blast. Sms Blast ini akan dikirim kepada no handphone klien ataupun keluarga klien yang mana dalam 1 bulan sebanyak 4 kali sms akan dikirim. Setelah peserta dibagikan kertas  metaplan, nara sumber pun meminta para peserta untuk menuliskan kira-kira seperti apa konten yang akan dikirimkan. Selain itu nara sumber pun sedikit menjelaskan tentang program EJAF yang ada di kpa pada peserta dengan harapan dapat terjalin suatu kerja sama atau kolaborasi antara petugas penjangkau dengan masing- masing LSM atau jaringan yang sama-sama melakukan pendampingan dan penjangkauan pada penasun. Bentuk kerja sama bisa dalam bentuk MOU atau pun tertulis dan juga daei masing-masing LSM atau jaringan dapat memberikan nomor handphone penasun itu sendiri ataupun keluarga yang akan dikirimkan sms blast.

Berikut contoh konten sms blast.

  1. Hai guys, tahukah kamu PWID rentan terinfeksi HIV-AIDS. Apa lamu berani tes HIV? Cari tau tentang VCT dengan klik Kpakotabandung.or.id
  2. Bermasalah dengan kecanduan? Klik link Kpakotabandung.or.id , banyak informasi lho tentang HIV dan narkoba
  3. Data pengguna narkoba suntik tinggi dikota bandung apakah anda salah satu nya? Yuk cek link disini Kpakotabandung.or.id
  4. Keluarga anda memiliki maslah adiksi? Butuh layanan curhat adiksi? Cek this out
  5. Apakah teman teman sudah tau tempat rehabilitasi dikota bandung? Dengan klik Kpakotabandung.or.id kalian langsung dapat infonya…. selamat membaca
  6. Seberapa perlukah kelompok dukungan bagi anda yuk klik Kpakotabandung.or.id
  7. Ingin tau tentang narkoba ? serta bahanya ? yuk, ketahui lebih lanjut dengan klik Kpakotabandung.or.id
  8. Informasi yang harus diketahui HIV human imuno virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh skarang bisa di kendalikan lho… mau tau informasi lebih lanjut hubungi atau kunjungi di link Kpakotabandung.or.id
  9. Taukah kamu tentang layanan harm redaction? Yukk , cari tau tentang pengurangan dampak buruk NAPZA di Kpakotabandung.or.id
  10. Butuh layanan konseling terkait adiksi mu tanpa stigma dan diskriminasi dan solusi terbaik sesuai kebutuhanmu? Yukk, ketik di link Kpakotabandung.or.id
  11. Pemakaian jarum suntik secara bergantian dapat menularkan virus virus seperti HIV dan hepatitis C. Yuk, cari tentang virus tersebut di Kpakotabandung.or.id
  12. Bagaimana perasaan bapak atau ibu kalau salah satu angota keluarga nya terkena HIV-AIDS dan juga narkoba ? dengan sms ini agar bapa ibu tau apakah itu HIV-AIDS dan bagaimana ciri ciri orang yang terkena narkoba silahkan hubungi kpakotabandung.or.id atau bisa tlp dengan nomer 081398896022 Riki babot
  13. Tahukah anda HIV + sudah ada obat nya yaitu ARV (anti retro viral ) manfaat dari ARV dapat menekan virus yang ada dalam tubuh. Jadi, ga perlu taku orang dengan HIV + bisa hidup sehat dan beraktifitas seperti hal nya orang yang tidak hidup dengan HIV + – untuk info lebih lanjut di klik di Kpakotabandung.or.id
  14. Kalian tau gak bahaya narkoba itu seoerti apa? Pengen tau yukk klik di Kpakotabandung.or.id
  15. Bermasalah dengan kecanduan? Klik link Kpakotabandung.or.id banyak informasi lhoo HIV dan narkoba
  16. Apa sih pengalihan NAPZA ilegal yuk klik Kpakotabandung.or.id
  17. Mau tau tentang informasi HIV, dan dimana tempat test HIV kuyy, cari tau informasi HIV klik di Kpakotabandung.or.id
  18. Kenapa minum ARV harus patuh!! Karena ketidak patuhan minum ARV apalagi sampai stop minum obat menyebabkan terjadinya resistansi virus jadi lebih kebal obat yang kita minum yik, ketahui lebih lanjut tentang kepatuhan ninum obat di kpakotabandung.or.id

 

 

 

 

 

 

 

Hari/ Tanggal                     : Rabu/ 16 Januari 2019

Materi                                  : Rencana Tindak Lanjut

Nara Sumber                     : Fasilitator

Jam                                    : 09.00 – 10.00

 

Pada sesi membuat rencana tindak lanjut, fasilitator mempersilakan pada semua peserta untuk membuat sebuah rtl yang mana nantinya akan terciptanya kolaborasi antara LSM, jaringan yang menjalankan program harm reduction dengan program ejaf yang bertujuan untuk menurunkan kasus LFTU pada penasun yang hiv positif.

Rencana tidak lanjut yang disepakati diantaranya adalah :

  • Adanya suatu dokumen tertulis atau MOU antara LSM atau jaringan dengan program ejaf yang dateline nya adalah di akhir Januari.
  • Diadakannya pertemuan koordinasi antara LSM, KPA, layanan kesehatan dan dinas kesehatan dengan tujuan menurunkan kasus LFU pada penasun yang HIV positif
  • Adanya suatu dokumen tertulis atau MOU dengan fasyankes dengan tujuan pihak layanan dapat memberikan data dan dapat di follow up oleh para pekerja lapangan dan petugas pendamping, dateline nya adalah di akhir bulan februari
  • Dibentuk atau dihidupkan lagi sebuah support grup di kota Bandung

 

Hari/ Tanggal                     : Rabu/ 16 Januari 2019

Materi                                  : Team Building

Nara Sumber                     : Budi Edvan

Jam                                    : 10.00 – 11.30

 

Pada sesi ini lebih menekankan pada kerjasama yg baik dalam satu team untuk berkomunikasi  dan berkolaborasi dalam mengerjakan suatu kegiatan sehingga menghasilkan hasil yang jauh lebih baik, pada  sesi ini pun mengajarkan setiap orang agar dapat fokus dalam mengerjakan tugas ataupun intruksi yang diberikan pada mereka, selain dibagi kedalam beberapa kelompok peserta pun diajak untuk bergembira dengan cara diajak berjoget  dengan tujuan menghilangkan penat setelah selama 2 hari kemarin mengikuti kegiatan atau sesi yang cukup padat.

Pada sesi ini para peserta terlihat lebih fresh dan diharapkan kedepannya dapat terjalin kerja sama yang lebih baik diantara mereka. Kegiatan pun diakhiri dengan foto bersama.

 

 

 

 

 

 

 

Jpeg

Jpeg

Jpeg

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *