Peningkatan kualitas dan sinergitas program penanggulangan HIV AIDS di Era Pandemi Covid-19

Sinergi bersama dalam upaya Pencegahan dan Penanggulangan HIV AIDS, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Bandung Bersama Rumah Cemara mengadakan kegiatan refresh training bagi petugas penjangkau pengguna narkoba suntik dan pendukung sebaya bagi ODHA yang dilaksanakan selama 3 hari dengan tetap melaksanakan protokol pencegahan covid-19.

Kegiatan yang diawali dengan acara pembukaan dan penyampaian materi terkait adaptasi kebiasaan baru (AKB) di era pandemic covid-19 oleh kepala bidang pencegahan dan pengendalian penyakit (P2P) dinas Kesehatan Kota Bandung dr. Rosye Arosdiani, M.Kom, disampaikan juga bahwa ketika melaksanakan sebuah pertemuan harus memenuhi protokol kesehatan seperti selalu menggunakan masker yang baik dan benar, menjaga jarak 1,5-2 meter, membawa handsanitizer dan dilakukan pengecekan suhu tubuh secara rutin. Selain itu beliau juga menyampaikan protokol umum layanan HIV-AIDS di Kota Bandung, dalam layanan PDP ada berapa hal penting di jelaskan, antara lain :

  • ARV diberikan 3 bulan sekaligus dengan secara selektif apabila stok ARV mencukupi
  • Pengambilan ARV dapat diwakilkan
  • Adanya layanan konseling melalui online, dengan layanan ini klien juga dapat memanfaatkan aplikasi berbasis android benama “KLIK” yang sudah bekerjasama dengan layanan Kesehatan di Kota Bandung sehingga klien dapat membuat appointment langsung dengan petugas Kesehatan.

Selain penyampaian materi oleh dinas Kesehatan masih ada beberapa materi yang sangat penting yang disampaikan oleh para fasilitator nasional Ibu Tita Sri Puspitasari dan Okkeu Supriyadi seperti pengenalan Teknik konseling adiksi, Teknik komunikasi, serta self healing. Peserta terlihat antusias dengan aktif dalam diskusi.

Beberapa permasalahan yang muncul dalam diskusi yaitu kurangnya dukungan psikososial bagi penasun serta belum maksimalnya layanan konseling adiksi dan LASS di layanan Kesehatan, solusi yang ditawarkan adalah harus ada petugas layanan Kesehatan yang dilatih konseling adiksi serta advokasi pada dinas Kesehatan untuk pengadaan layanan alat suntik steril. Rencana tindak lanjut dalam pertemuan adalah mengadakan pertemuan koordinasi dengan dinas Kesehatan dan layanan Kesehatan atau puskesmas yang menjadi rujukan program harm reduction (HR). Pertemuan akan difasilitasi melalui pokja HR. Kegiatan ini ditutup oleh Kepala bagian kesra dan kesmas kota Bandung selaku Sekretaris KPA Kota Bandung Bapak Drs. Bambang Sukardi., M.Si. Beliau menyambut baik dengan adanya kegiatan ini yang dapat meningkatkan kualitas dan sinergitas program penanggulangan HIV AIDS khususnya di Kota Bandung untuk mewujudkan Getting To 3 Zero, yaitu yaitu pertama tidak ada infeksi baru HIV, kemudian tidak ada kematian akibat AIDS, dan yang terakhir tidak ada stigma dan diskriminasi untuk mencapai eliminasi HIV pada 2030 mendatang.

Attachments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *