Pertemuan Evaluasi Program HEBAT di SMPN 28

Pada Hari Kamis, 31 Agustus 2017 yang lalu, bertempat di SMPN 28 Kota Bandung, dilaksanakan kegiatan evaluasi pelaksanaan Program Hebat. Acara ini turut dihadiri oleh Ketua Harian KPA Kota Bandung, Oded Danial, yang juga selaku Wakil Walikota Bandung. Selain itu juga dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan, Sekretartis Dinas Pendidikan dan Sekretaris KPA Kota Bandung.

Program HEBAT saat ini memasuki tahun ketujuh, yaitu sebuah program yang beertujuan untuk melakukan edukasi terkait dengan kesehatan reproduksi dan pencegahan napza untuk pelajar SMP.  Seperti diketahui bahwa saat ini kasus HIV-AIDS di Kota Bandung merupakan angka kasus tertinggi di Provinsi Jawa Barat. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Bandung secara akumulatif dari tahun 1991 sampai dengan Desember 2016, tercatat sebanyak 4.036 kasus HIV-AIDS. Secara konsisten, jumlah kasus AIDS di Kota Bandung tertinggi terjadi pada kelompok usia 20-29 tahun (usia produktif) yaitu 47,65% yang mengindikasikan mereka terinfeksi HIV 3-10 tahun sebelumnya saat mereka masih pada tahap remaja awal.

Saat ini strategi dan Rencana Aksi Nasional (SRAN) Penanggulangan AIDS 2015-2019 mengemukakan bahwa remaja merupakan salah satu target kelompok dalam perluasan dan peningkatan pencegahan kombinasi HIV dengan pendekatan yang berbeda untuk remaja pada populasi kunci, risiko rendah dan daerah epidemi umum.

Seiring dengan pencapaian MDGS Dalam rangka memastikan terpenuhinya kebutuhan remaja dalam mengakses informasi komprehensif, layanan, pencegahan terkait penyalahgunaan NAPZA, HIV dan kesehatan reproduksi sejak Tahun 2011 Pemerintah Kota Bandung melalui Komisi Penanggulangan AIDS dan Dinas Pendidikan Kota Bandung Bekerjasama dengan Pusdi TB HIV Universitas Padjadjaran melaksanakan Program HEBAT (Sehat Bersama Sahabat) yg diberikan kepada siswa kelas 7 selama 1 Tahun .

Sampai dengan Tahun 2017 Sekolah hebat : 40 smp negeri plus 1 smp terbuka atau 17.15% dari total sekolah SMP se kota bdg yang berjumlah 175 sekolah. Jumlah siswa yang terlibat 262 atau 13.33% dr total siswa seluruhnya.

Dalam pertemuan tersebut dilakukan sesi tanya jawab dengan Bapak Wakil Walikota. Ada beberapa ide dan pertanyaan menarik, salah satunya adalah usulan untuk juga menyertakan orang tua siswa, karena permasalahan remaja bukan hanya semata bisa diselesaikan oleh remaja, namun memerlukan pengertian dan kerjasama dari orang tua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *