Beranda

Status epidemi HIV/AIDS di Kota Bandung masuk pada kategori epidemi terkonsentrasi yaitu penularan HIV sudah terjadi pada kelompok populasi berisiko mencapai lebih dari 5% sedangkan pada ibu hamil kurang dari 1%.

Kasus HIV/AIDS terus bertambah dari tahun ke tahun. Hingga Juli 2016 tercatat sebanyak 3912 kasus, dengan kasus saat ditemukan HIV 2097 kasus dan AIDS 1815 kasus.

HIV/AIDS sering diasosiasikan dengan pengguna narkoba suntik (penasun). Saat ini terjadi perubahan tren penularan HIV/AIDS dari jarum suntik ke transmisi seksual. Peningkatan kasus terjadi pada kelompok heteroseksual  antara 3 – 4 % pertahun dan kelompok Homoseksual mengalami kenaikan 1- 2 % pertahun,

Sedangkan pada Kasus HIV pada pengguna narkoba suntik saat ini mengalami penurunan 3 – 4 % pertahun tetapi masih merupakan kasus terbanyak secara keseluruhan (44 % dari semua yang tertular). Sehingga, pencegahan penularan lewat jarum suntik masih perlu dilakukan.

Kasus HIV pada Ibu Rumah Tangga (IRT) di Kota Bandung terus mengalami peningkatan yang cukup mengkhawatirkan. Rata-rata terjadi peningkatan 40 kasus per tahun dengan mayoritas tertular melalui transmisi seks dari pasangan. Kota Bandung berisiko menjadi generalized epidemic  di mana penularan terjadi pada populasi masyarakat umum.

Berdasarkan pekerjaan, HIV terbanyak ditemukan pada pekerja swasta (26,56%), Wiraswasta (16,77%) dan tidak bekerja (14,93%). Sementara, angka penularan di kalangan mahasiswa cenderung menurun (8,30%)

Angka kasus HIV/AIDS tertinggi ditemukan pada kelompok umur 20 sd. 29 th (48,19%) dan 30 Sd. 39 th (33,34%). Usia tersebut merupakan usia produktif dan reproduktif / pernikahan. Melihat tren penularan secara seksual, hal ini dapat memicu pertumbuhan kasus secara signifikan di kalangan masyarakat umum, terutama perempuan berisiko rendah (Ibu rumah tangga).